Karawang – Penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun lalu. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti pelemahan daya beli konsumen sebagai salah satu faktor utama penyebabnya. Hal ini diungkapkan saat peresmian pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat.

"Penjualan otomotif tercatat turun 13,9 persen dibandingkan tahun 2023. Ini disebabkan banyak faktor," kata Agus Gumiwang, Kamis (27/2). Ia menekankan bahwa penurunan ini tidak bisa hanya disebabkan satu faktor tunggal. "Kami melihat ada kaitannya dengan penurunan daya beli masyarakat, tantangan ekonomi global, dan lain-lain."

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total penjualan mobil secara wholesales sepanjang tahun lalu hanya mencapai 865.723 unit. Angka ini anjlok 13,9 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berhasil menembus 1.005.802 unit. Penjualan ritel juga mengalami penurunan sebesar 10,9 persen menjadi 889.680 unit, dari sebelumnya 998.059 unit.

Pemerintah berupaya mendongkrak kembali penjualan mobil dengan memberikan stimulus untuk pembelian kendaraan baru, terutama kendaraan elektrifikasi. Kebijakan ini memberikan potongan pajak untuk mobil hybrid dan listrik, dengan harapan dapat menarik minat konsumen.

Selain stimulus, Menperin juga mengimbau para produsen mobil untuk mempertimbangkan penurunan harga jual. "Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru dari pabrikan, misalnya sacrifice margin atau menurunkan harga jual mobil," ujarnya. Kombinasi antara stimulus pemerintah dan penurunan harga dari produsen diharapkan dapat kembali menggairahkan pasar otomotif dalam negeri.

Lebih lanjut, Agus Gumiwang mendorong produsen untuk terus berinovasi dalam pengembangan produk baru yang berorientasi pada konsumen dan ramah lingkungan. "Kami harap ada perhatian terhadap pengembangan inovasi hijau yang berwawasan lingkungan, dengan adanya berbagai upaya strategis dan inovasi terhadap pelaku industri, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah." Dengan dukungan dari pemerintah dan inovasi dari industri, diharapkan pasar otomotif Indonesia dapat segera pulih dan kembali tumbuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini