Karawang – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) semakin memantapkan posisinya di industri otomotif nasional dengan meresmikan pabrik baru di Karawang, Jawa Barat. Pabrik yang berstatus Plant Line 2 ini menjadi amunisi baru bagi Daihatsu untuk meningkatkan kapasitas produksi, khususnya mobil-mobil yang menyasar segmen low cost green car (LCGC) dan mobil keluarga.

Dengan investasi senilai Rp 2,9 triliun, Plant Line 2 mengusung konsep ESSC (Evolution-Simple-Slim-Compact) yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Pabrik seluas 26 hektar ini menjadi fasilitas produksi keenam Daihatsu di Indonesia.

Presiden Direktur ADM, Yasushi Kyoda, menyatakan bahwa pabrik baru ini merupakan wujud komitmen Daihatsu terhadap pasar otomotif Indonesia. "Kami terus berinovasi dalam teknologi manufaktur yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan," ujarnya saat peresmian pabrik.

Kapasitas produksi Plant Line 2 mencapai 140 ribu unit per tahun, sehingga total kapasitas produksi seluruh pabrik Daihatsu di Indonesia menjadi 530 ribu unit. Angka ini didukung oleh rantai pasok yang kuat, melibatkan lebih dari 1.700 pemasok, termasuk 700 UMKM. Tingkat lokalisasi komponen mencapai 80 persen, menunjukkan kontribusi signifikan Daihatsu terhadap ekonomi lokal.

Pabrik ini dilengkapi dengan fasilitas Body, Painting, dan Assembling yang terintegrasi dan menggunakan teknologi terkini. Daihatsu juga mengklaim telah mengoptimalkan produksi sehingga mampu mengurangi emisi karbon hingga 20 persen.

Yang menarik, Plant Line 2 akan fokus memproduksi model-model kolaborasi yang populer di pasar, seperti Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, dan Toyota Wigo. Strategi ini menunjukkan fokus Daihatsu pada segmen mobil yang terjangkau dan digemari masyarakat Indonesia.

Dengan dibukanya pabrik baru ini, Daihatsu tampaknya siap menggempur pasar otomotif Indonesia dengan mobil-mobil murah dan LCGC yang semakin berkualitas dan ramah lingkungan. Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional dan penyerapan tenaga kerja. Persaingan di pasar mobil Indonesia diprediksi akan semakin ketat, menguntungkan konsumen dengan pilihan produk yang semakin beragam dan inovatif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini