Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Penjualan motor listrik di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mengungkapkan bahwa ketidakpastian mengenai kelanjutan program subsidi menjadi penyebab utama konsumen menahan diri untuk melakukan pembelian.

"Konsumen saat ini berada dalam posisi wait and see. Mereka menunggu kejelasan skema insentif dari pemerintah," ujar sumber terpercaya dari AISMOLI, baru-baru ini.

Meskipun demikian, AISMOLI menyambut baik kemunculan merek-merek baru di pasar motor listrik. Kehadiran pemain baru ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Semakin banyak pilihan, semakin banyak pula masyarakat yang tertarik untuk mencoba dan beralih ke motor listrik," tambahnya.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa subsidi langsung sebesar Rp 7 juta per unit, yang sebelumnya berlaku, kemungkinan besar tidak akan dilanjutkan. Sebagai gantinya, pemerintah tengah mempertimbangkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

"Skema PPN DTP ini masih dalam tahap finalisasi. Kami berharap pemerintah dapat segera mengumumkan detailnya agar pasar kembali bergairah," jelasnya.

Pihak AISMOLI sebelumnya telah mengajukan usulan untuk melanjutkan subsidi dengan besaran yang sama. Namun, kondisi keuangan negara saat ini menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan.

"Kami memahami tantangan yang dihadapi pemerintah. Oleh karena itu, kami terbuka untuk opsi insentif lain, seperti PPN DTP, yang diharapkan dapat memberikan stimulus bagi penjualan motor listrik," tuturnya.

Sebagai informasi, per 1 Januari 2025, tarif PPN sebesar 12% akan berlaku untuk pembelian motor listrik baru. Dengan adanya insentif PPN DTP, diharapkan harga motor listrik dapat lebih terjangkau dan mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan ini di masyarakat.

Pemerintah diharapkan segera mengumumkan skema insentif PPN DTP secara detail agar industri motor listrik di Indonesia dapat kembali bergairah dan mencapai target yang telah ditetapkan. Kebijakan yang jelas dan terukur akan memberikan kepastian bagi konsumen dan produsen, serta mempercepat transisi menuju era kendaraan listrik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini