Memakai ban bekas kerap jadi solusi ekonomis bagi pemilik mobil. Namun, jangan sampai niat hemat berujung petaka. Perawatan ekstra adalah kunci agar ban bekas awet, aman, dan tidak mengancam keselamatan di jalan.

"Ban bekas bukan berarti murahan. Dengan perawatan yang benar, performanya bisa diandalkan," ujar seorang mekanik berpengalaman di Jakarta, belum lama ini.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan?

Tekanan Angin: Jaga Standar, Hindari Petaka

Salah satu kesalahan fatal adalah mengabaikan tekanan angin. Tekanan angin yang kurang ideal bisa memperpendek umur ban secara drastis. Tekanan terlalu rendah meningkatkan risiko aus, boros bahan bakar, bahkan pecah ban. Sebaliknya, tekanan berlebihan mengurangi traksi dan membuat ban rawan selip.

Solusinya? Rutin periksa tekanan angin, minimal seminggu sekali, dan pastikan sesuai rekomendasi pabrikan yang tertera di pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Inspeksi Visual: Mata Elang Wajib Aktif

Jangan malas memeriksa kondisi fisik ban. Perhatikan dinding ban dari dekat. Cari tanda-tanda kerusakan seperti benjolan, retakan, atau sayatan. Jika menemukan keanehan, segera konsultasikan dengan ahli ban.

Tapak ban juga tak boleh luput dari perhatian. Ukur kedalaman alur tapak. Jika sudah terlalu tipis (mendekati batas indikator keausan), performa ban akan menurun drastis, terutama saat hujan. Pertimbangkan penggantian sebelum terlambat.

Rotasi Ban: Investasi Jangka Panjang

Rotasi ban secara berkala adalah investasi cerdas. Dengan merotasi posisi ban (misalnya, dari depan ke belakang atau menyilang), keausan bisa lebih merata. Hasilnya, umur pakai ban pun jadi lebih panjang. Idealnya, rotasi ban dilakukan setiap 5.000 – 10.000 kilometer.

Gaya Mengemudi: Pengaruhnya Signifikan

Gaya mengemudi agresif adalah musuh utama ban. Hindari pengereman mendadak, akselerasi liar, dan menikung dengan kecepatan tinggi. Kebiasaan ini tidak hanya mempercepat keausan ban, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, hindari sering melewati jalan berlubang atau rusak dengan kecepatan tinggi. Guncangan keras bisa merusak struktur ban.

Dengan perawatan yang cermat dan gaya mengemudi yang bijak, ban bekas pun bisa menjadi solusi hemat yang tetap aman dan andal. Ingat, keselamatan berkendara adalah prioritas utama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini