Radiator, si penjaga suhu mesin mobil, seringkali luput dari perhatian. Padahal, komponen ini krusial agar mesin tidak kepanasan alias overheat. Radiator yang mampet akibat kotoran dan kerak bisa jadi malapetaka, lho!

Bayangkan saja, mesin yang seharusnya bekerja optimal, malah harus berjuang keras karena sistem pendinginnya terhambat. Aliran cairan pendingin yang tersendat membuat mesin gampang overheat. Kalau sudah begini, bukan cuma performa yang menurun, tapi kerusakan parah mengintai.

"Banyak yang cuek sampai mesinnya benar-benar bermasalah," ungkap seorang mekanik bengkel ternama di Jakarta. "Padahal, radiator mampet itu gejalanya sudah kelihatan dari awal. Misalnya, temperatur mesin naik lebih cepat dari biasanya, atau mesin terasa kurang bertenaga."

Kenali Tanda-Tandanya!

Jangan sampai terlambat! Berikut beberapa tanda radiator mobil mulai bermasalah:

  • Temperatur Mesin Naik Drastis: Perhatikan indikator temperatur di dashboard. Jika jarumnya sering naik mendekati zona merah, waspadalah!
  • Mesin Overheat: Ini adalah kondisi darurat! Segera pinggirkan mobil dan matikan mesin. Jangan nekat melanjutkan perjalanan.
  • Performa Mesin Menurun: Mesin terasa loyo, akselerasi lambat, bahkan muncul getaran aneh.
  • Boros Bahan Bakar: Mesin yang bekerja lebih keras untuk menjaga suhu ideal akan mengonsumsi bahan bakar lebih banyak.
  • Bau Aneh dari Mesin: Bau terbakar atau bau manis dari cairan pendingin yang bocor bisa menjadi indikasi masalah serius.

Penyebab Radiator Mampet:

  • Kotoran dan Kerak: Debu, lumpur, dan partikel kecil lainnya bisa masuk ke dalam sistem pendingin dan menumpuk di radiator.
  • Air Radiator Tidak Diganti: Cairan pendingin (coolant) punya umur pakai. Jika tidak diganti secara berkala, kualitasnya menurun dan bisa menyebabkan korosi serta endapan kerak.
  • Penggunaan Air Biasa: Jangan pernah mengganti coolant dengan air biasa! Air biasa mengandung mineral yang bisa menyebabkan karat dan kerak di dalam radiator.

Solusi dan Pencegahan:

  • Rutin Periksa Kondisi Radiator: Periksa selang-selang radiator, pastikan tidak ada kebocoran. Lihat juga kondisi cairan pendingin, apakah masih bersih dan berwarna cerah.
  • Ganti Coolant Secara Berkala: Ikuti rekomendasi pabrikan mobil untuk penggantian coolant. Biasanya, setiap 20.000 – 40.000 km atau setiap 1-2 tahun sekali.
  • Gunakan Coolant Berkualitas: Pilih coolant yang sesuai dengan spesifikasi mobil Anda. Hindari produk abal-abal yang tidak jelas kandungannya.
  • Flushing Radiator: Jika radiator sudah terlanjur mampet, lakukan flushing radiator untuk membersihkan kotoran dan kerak yang menumpuk. Proses ini sebaiknya dilakukan di bengkel terpercaya.

Jangan sepelekan radiator mobil Anda! Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa menghindari masalah overheat dan kerusakan mesin yang lebih parah. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini