Jakarta – Macet di tanjakan memang bikin frustrasi. Salah posisi tuas transmisi, bukan cuma bikin mobil nyelonong mundur, tapi juga bisa bikin kantong jebol karena kerusakan transmisi. Nah, buat kamu para pemilik mobil matik, simak tips jitu berikut biar stop and go di tanjakan tetap aman dan transmisi awet!

Jangan Andalkan Setengah Gas!

Banyak yang salah kaprah dengan menahan mobil di tanjakan pakai setengah gas. Ini sama bahayanya dengan menahan mobil manual dengan setengah kopling. "Kebiasaan ini bikin kampas forward clutch di transmisi matik cepat aus. Putaran mesin yang tinggi juga memicu oli transmisi overheat, alhasil performa mobil menurun," jelas mekanik senior dari sebuah bengkel spesialis transmisi otomatis di Jakarta Selatan.

Netralkan Saat Berhenti Lama

Ketika terjebak macet dan mobil berhenti cukup lama, segera pindahkan tuas transmisi ke posisi N (Netral). Kenapa? "Dengan menetralkan transmisi, beban pada komponen internal berkurang drastis. Kampas kopling juga jadi lebih awet," tambahnya. Jangan lupa, aktifkan rem tangan untuk menahan mobil, apalagi kalau tanjakannya curam!

Rem Tangan Lebih Aman dan Nyaman

Mengandalkan pedal rem saat macet di tanjakan memang melelahkan. Kaki jadi pegal, risiko mobil merosot juga meningkat. Solusinya? Manfaatkan rem tangan! Selain lebih aman, rem tangan juga lebih nyaman karena kaki bisa beristirahat sejenak.

Posisi Tuas yang Tepat Saat Akan Jalan

Saatnya jalan? Perhatikan posisi tuas transmisi! Jangan sampai panik dan malah memasukkan tuas ke posisi R (Reverse). Alih-alih maju, mobil malah mundur! "Gunakan posisi 1, L, S, atau D2 untuk memulai perjalanan di tanjakan. Posisi ini memberikan torsi lebih besar untuk membantu mobil menanjak," saran mekanik tersebut.

Gas Secukupnya, Jangan Over Revving!

Injak pedal gas secukupnya, jangan terlalu dalam! Putaran mesin idealnya antara 2.000 – 3.000 rpm. "Putaran mesin yang berlebihan hanya membuang bahan bakar. Selain itu, bisa memicu selip pada transmisi dan membuat kampas lebih cepat aus," tegasnya.

Waspada Cek Engine!

Jika putaran mesin terlalu tinggi saat menanjak, waspadalah! Indikator "cek engine" bisa menyala. Ini menandakan adanya masalah pada transmisi, seperti "incorrect ratio" karena putaran poros input lebih tinggi dari seharusnya. Segera bawa mobil ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut.

Kesimpulan

Stop and go di tanjakan dengan mobil matik memang butuh perhatian ekstra. Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menjaga transmisi mobil tetap awet dan terhindar dari masalah yang tidak diinginkan. Ingat, keselamatan adalah yang utama! Jangan panik, tetap tenang, dan selalu perhatikan kondisi sekitar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini