Jakarta – Kecelakaan karambol kembali menghantui jalan tol di Indonesia, termasuk insiden tabrak belakang yang terjadi di Jalan Layang MBZ, Rabu (2/4/2025). Tingginya volume kendaraan, terutama saat musim mudik dan arus balik, seringkali memicu pengemudi untuk memacu kecepatan demi mengejar waktu. Namun, terburu-buru bisa berakibat fatal.
Pakar keselamatan berkendara mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman sebagai kunci utama menghindari tabrakan beruntun. "Banyak pengemudi meremehkan pentingnya ruang aman antara kendaraan," ujar seorang instruktur keselamatan yang enggan disebut namanya. "Padahal, jarak yang cukup memberikan kita waktu untuk bereaksi dan menghindari potensi bahaya."
Lantas, berapa jarak aman yang ideal? Para ahli menyarankan aturan "empat detik". Begini cara kerjanya:
- Pilih Patokan: Saat berkendara, perhatikan kendaraan di depan Anda. Pilih sebuah patokan di pinggir jalan, seperti rambu lalu lintas atau pohon.
- Hitung Waktu: Saat kendaraan di depan Anda melewati patokan tersebut, mulailah menghitung detik. "Satu… dua… tiga… empat…"
- Evaluasi Jarak: Jika kendaraan Anda melewati patokan yang sama sebelum Anda selesai menghitung sampai empat, berarti Anda terlalu dekat! Segera kurangi kecepatan dan tambah jarak dengan kendaraan di depan.
Mengapa empat detik begitu penting? Menurut para ahli, waktu empat detik memberikan ruang yang cukup bagi pengemudi untuk bereaksi terhadap situasi darurat. Waktu tersebut dibagi menjadi beberapa komponen penting:
- Reaksi Manusia: Otak manusia membutuhkan waktu sekitar satu detik untuk memproses informasi visual dan memerintahkan kaki untuk menginjak rem.
- Sistem Pengereman: Sistem pengereman kendaraan juga membutuhkan waktu sekitar satu detik untuk bekerja secara optimal.
- Kondisi Jalan: Kondisi jalan, seperti permukaan yang basah atau berlubang, dapat mempengaruhi jarak pengereman. Satu detik dialokasikan untuk mengantisipasi faktor ini.
- Faktor Keamanan: Satu detik terakhir berfungsi sebagai "safety buffer" atau faktor keamanan tambahan, memberikan Anda waktu ekstra untuk menghindari tabrakan.
"Menjaga jarak empat detik bukan hanya sekadar angka, tapi sebuah komitmen untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain," tegas instruktur tersebut. "Dengan menerapkan aturan ini, kita bisa mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman."
Selain menjaga jarak aman, pengemudi juga diimbau untuk selalu fokus saat berkendara, menghindari penggunaan ponsel, dan beristirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama. Jangan sampai terburu-buru justru mengantarkan Anda pada petaka.