[Kota/Daerah Anda] – Libur panjang tiba, mobil pikap kembali menjadi primadona sebagai angkutan wisata keluarga. Alasan utamanya? Kapasitas besar dan biaya yang dianggap lebih murah. Namun, di balik kepraktisan itu, bahaya mengintai keselamatan penumpang dan pelanggaran hukum yang tak bisa diabaikan.
Fenomena ini banyak ditemui di area wisata [Sebutkan area wisata yang relevan]. Wisatawan berbondong-bondong memadati bak terbuka pikap, membawa serta keluarga dan barang bawaan.
"[Kutipan Pendek dari Wisatawan yang Menjelaskan Alasan Memilih Pikap, Misal: ‘Lebih hemat, bisa muat semua keluarga besar!’]" ujar [Nama Wisatawan], seorang wisatawan asal [Kota Asal Wisatawan].
Melanggar Hukum dan Mengancam Keselamatan
Namun, perlu diingat, penggunaan mobil bak terbuka sebagai angkutan penumpang jelas melanggar Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 137 ayat 4 secara tegas melarang mobil barang digunakan untuk mengangkut orang, kecuali dalam kondisi tertentu yang sangat terbatas.
Sanksi bagi pelanggar pun tak main-main. Pasal 303 UU yang sama mengatur pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250.000 bagi pengemudi yang nekat melanggar aturan ini.
Lebih dari sekadar pelanggaran hukum, mengangkut penumpang di bak terbuka sangat berbahaya. Potensi risiko kecelakaan meningkat drastis.
"Bak terbuka tidak dirancang untuk membawa manusia. Tidak ada sabuk pengaman, tidak ada pelindung jika terjadi benturan. Risiko terpental keluar saat terjadi kecelakaan sangat tinggi," tegas [Nama Ahli Keselamatan Transportasi/Praktisi Keselamatan Berkendara].
Prioritaskan Keselamatan, Pilih Transportasi yang Tepat
Liburan keluarga memang momen yang dinanti. Namun, jangan sampai keinginan berhemat justru mengorbankan keselamatan. Pilihlah moda transportasi yang aman dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pertimbangkan opsi seperti menyewa minibus, menggunakan transportasi umum, atau mengatur perjalanan dengan beberapa mobil pribadi. Keselamatan keluarga adalah prioritas utama. Jangan gadaikan nyawa demi kepraktisan sesaat.