Panggung Bangkok Motor Show 2024 menjadi saksi bisu gebrakan BYD. Pabrikan otomotif raksasa asal China ini memperkenalkan BYD Shark 6, sebuah pikap double cabin hybrid yang siap meramaikan pasar ASEAN, khususnya Thailand. Kehadirannya menjadi angin segar di tengah dominasi merek-merek Jepang dan Amerika.

Shark 6 bukan sekadar pikap biasa. Mobil ini mengusung platform BYD DMO dengan konstruksi body-on-frame yang kokoh, dipadukan dengan suspensi double A-arm independen di kedua sumbu roda. Kombinasi ini menjanjikan kenyamanan berkendara dan kemampuan off-road yang mumpuni.

Secara dimensi, Shark 6 terbilang bongsor. Panjangnya mencapai 5.457 mm, lebar 1.917 mm, tinggi 1.925 mm, dan jarak sumbu roda 3.260 mm. Ukuran ini bahkan lebih besar dari Ford Ranger, sang penguasa pasar pikap di Thailand.

Performa Menggoda, Teknologi Canggih

Jantung pacu BYD Shark 6 mengandalkan mesin 1.5 liter turbo 4 silinder yang berkolaborasi dengan dua motor listrik permanent magnet synchronous. Sistem hybrid ini didukung oleh baterai blade BYD berkapasitas 29,58 kWh. Menariknya, mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai dan menyuplai energi ke motor listrik.

Hasilnya? Tenaga gabungan mencapai 430 daya kuda dan torsi 650 Nm! Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya dalam 5,7 detik, sebuah angka yang fantastis untuk sebuah pikap berbobot 2.710 kg. Jarak tempuh maksimal dikabarkan mencapai 800 km.

Harga Kompetitif, Siap Tantang Dominasi Pasar

Kabar baiknya, BYD Shark 6 kabarnya akan dijual dengan harga 1,699 juta baht atau sekitar Rp 832,8 jutaan. Harga ini terbilang kompetitif jika dibandingkan dengan pikap double cabin hybrid lainnya di pasaran.

Momentum Pasar Pikap Thailand

Langkah BYD ini terbilang strategis. Thailand merupakan pasar pikap terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Permintaan pikap di Negeri Gajah Putih terbilang tinggi karena fungsinya yang serbaguna, torsi mesin besar, dan harga bahan bakar diesel yang relatif terjangkau.

Persaingan Semakin Sengit

BYD bukanlah satu-satunya pemain dari China yang meramaikan pasar pikap Thailand. Sebelumnya, GWM sudah lebih dulu memperkenalkan pikap double cabin hybrid Poer Sahar. Persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin sengit, yang pada akhirnya akan menguntungkan konsumen dengan pilihan yang lebih beragam dan harga yang lebih kompetitif.

Dengan kombinasi desain menarik, teknologi hybrid canggih, performa tinggi, dan harga kompetitif, BYD Shark 6 berpotensi menjadi game changer di pasar pikap ASEAN. Kita tunggu saja kehadirannya di Indonesia!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini