Jakarta – Pamor Elon Musk, CEO Tesla, tampaknya sedang meredup di mata warga Amerika Serikat (AS). Sebuah survei terbaru mengungkap bahwa sosok kontroversial ini justru menjadi alasan utama mengapa banyak orang enggan membeli mobil listrik Tesla.

Survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden di AS (67%) tidak tertarik untuk memiliki atau menyewa Tesla. Ironisnya, 37% dari kelompok ini secara tegas menyebut Elon Musk sebagai faktor utama dalam keputusan mereka.

Angka ini menunjukkan dampak signifikan dari opini publik terhadap Musk. "Elon Musk sendiri membuat 37% orang Amerika tidak tertarik membeli Tesla. Itu jauh lebih besar daripada 27% yang mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam keputusan untuk tidak mempertimbangkan Tesla," ungkap laporan survei tersebut.

Dulu diagung-agungkan sebagai visioner di balik mobil listrik, citra Musk kini mulai ternoda. Hanya 1% responden yang menyatakan bahwa Musk adalah alasan mereka mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa Tesla di masa depan.

Survei lain yang dilakukan oleh Yahoo News dan YouGov menunjukkan bahwa hampir separuh (45%) dari 1.677 responden memiliki opini buruk tentang Musk. Hanya 21% yang beropini baik. Selain itu, 52% responden percaya bahwa Musk lebih peduli pada dirinya sendiri daripada negaranya.

Temuan-temuan ini mengindikasikan bahwa Tesla dan Elon Musk sedang menghadapi tantangan besar di pasar domestik mereka. Sentimen negatif ini bisa berdampak signifikan pada penjualan dan citra merek Tesla di AS.

Beberapa bulan terakhir, Tesla dan Musk memang menjadi sasaran kritik dan bahkan aksi vandalisme di AS. Fasilitas Tesla, seperti dealer dan stasiun pengisian daya, dilaporkan menjadi target perusakan dan pembakaran.

Musk sendiri mengaku bingung dengan perlakuan tersebut. Ia menegaskan bahwa Tesla hanya ingin memproduksi dan menjual mobil listrik. "Tingkat kekerasan ini gila dan sangat salah. Tesla hanya membuat mobil listrik dan tidak melakukan apa pun untuk pantas mendapat serangan jahat ini," ujarnya.

Lantas, apa yang menyebabkan perubahan sentimen publik terhadap Elon Musk? Beberapa faktor mungkin berperan, termasuk komentar-komentarnya yang kontroversial di media sosial, keputusannya terkait platform X (dahulu Twitter), dan persepsi tentang dirinya sebagai tokoh yang arogan dan eksentrik.

Akankah Tesla mampu mengatasi tantangan ini dan memulihkan citra mereknya di AS? Waktu yang akan menjawab. Namun, jelas bahwa perusahaan harus berupaya keras untuk memperbaiki hubungan dengan publik dan meyakinkan konsumen bahwa Tesla lebih dari sekadar personifikasi Elon Musk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini